07.07.09
Teruntuk yang Tercinta
Sedih rasanya kalo melihat yang kita sayangi dirusak. Diacak-acak. Dihancurkan pelan-pelan dari dalam. Kenapa harus seperti ini? Selama ini kami merawatnya baik-baik. Kami bangun citra. Dan sekarang runtuh pelan-pelan.
For the sake of efficiency
Tuhan, selamatkan yang kami cintai ini
06.22.09
Untaian Kata Indah….
untaian kata yang sangat indah. terasa mengena di hati. Terima kasih buat Bundo yang mengijinkanku memasangnya di sini
Semestinya Tidak
berusaha mencari alasan untuk merasa tercampak
tak bisa, karena Rabb ku tak pernah campakkan akuberusaha mencari alasan untuk merasa terluka
tak bisa, karena Tuhanku tak mungkin lukai akuberusaha mencari alasan untuk merasa sendirian
bagaimana bisa, karena Sang Kekasih tak pernah lepas menggenggamku..lalu kucoba mencari alasan untuk menangis
juga tak bisa, tak ada celah sedikitpun..tapi mengapa kulihat bendungan hancur
air meluap-luap entah sampai manadan tetap kulihat Pilar menangis ditepi sungai Piedra
seperti juga aku..
taken from here
Sosok Itu
Kalau kau mengenalnya, mungkin kau akan menganggapnya pria pendiam. Tak salah. He is.
61 tahun telah dilaluinya. 3 tahun terakhir ia lewati tanpa pendamping ever after-nya. Karena memang teman hidupnya sangat disayangi oleh Penciptanya.
Empat penerus telah ia siapkan. Ia didik dan beri kepercayaan tanpa pernah memaksakan kehendaknya. Tak pernah ia gunakan tangannya dalam menegur. Cukup dengan diamnya. Tatapannya. Atau kata.
Sosok itu sangat identik dengan kopi dan rokok. Sehingga walaupun aku bukan perokok, ada satu aroma yang aku nikmati karena sangat homey..
Beliau adalah sosok pendiam. Tak pernah membawa kantor ke rumah. Mungkin kalimat itu tidak tepat. Beliau memang membawa kantor, tetapi hanya dalam benaknya tanpa bercerita pada siapapun. Bahkan sampai saat ini, tak pernah sekali pun beliau membuka apa yang pernah dialaminya. Betapa penuh beban pikirannya.
Semasa kecil, kala kuintip beliau saat menyendiri di ruang kerjanya, yag kulihat adalah sosok yang berpikir keras dan menorehkan tanda tangan pada bertumpuk berkas. Saat itu yang terpikir adalah,
Alangkah mudahnya, bekerja hanya membubuhkan tanda tangan..
Kelak kutahu, saat itu sesungguhnya beliau meletakkan sebelah kakinya di penjara. Alpa sedikit, dan kebebasanlah taruhannya.
Beliau rela menyerahkan apa saja demi yang dicintainya. Saat aku divonis berkacamata minus 3 di usia 9 tahun, dalam hati beliau berharap cukuplah kondisi itu ditimpakan padanya saja (beliau belum berkacamata saat itu).
Saat nilai akhirku NASAKOM (Nilai Satu Koma), beliau tidak menghardik. Karena ia tahu bahwa aku sungguh-sungguh menyesal.
Saat kasus 10 juta menimpaku, beliau menyediakan dadanya buat tempatku menangis.
Pun saat aku ternyata meneruskan jejaknya tak berapa lama sejak ia pensiun, beliau menatapku penuh kebanggaan. Beliau maklum kala aku sering tak pulang. Apa boleh buat, bekerja dengan mesin memang tak kenal waktu.
Sampai hari ini, tangan beliau lah yang kucium dengan takzim setiap berangkat ke kantor. Aku mohon restu dari tangan itu. Tangan yang meninabobokkanku di tengah malam. Beliau rela tidurnya terganggu demi aku. Disiapkannya sebotol susu buatku, tak peduli esok harinya beliau harus bekerja. Digendongnya aku dengan mata setengah terpejam sampai aku tenang. Aku adalah yang pertama baginya. That’s why he was so excited. Aku adalah satu-satunya gadis yang ia miliki. That’s why ia menginginkanku mendapat yang terbaik.
Ayahku….
Bukan manusia sempurna memang. Tiap memandang kerutan di wajahnya, memperhatikan rambutnya yang kian memutih.. aku makin mencintainya.
Tuhan..
ijinkan beliau bersama kami lebih lama lagi. Aku ingin beliau hadir di hari pernikahanku. Hadir di saat aku memiliki bayi mungil. Menyaksikanku saat aku jauh lebih baik dari sekarang. Bangga padaku

the man i love
dedicated to him… love u very much, Pa
06.21.09
Simple Word
Minggu lalu ada kejadian yang benar-benar menyebalkan. Seorang junior (2 angkatan di bawahku dan usianya jauh lebih muda dari aku) bilang
Itu kemarin, setelah aku SURUH mbak Putri copy program….
hey.. ulangi lagi! Kamu pakai kata SURUH?! Ga salah? Siapa elu? Ngaca donk.. ngaca! Anak baru masuk udah mau NYURUH-NYURUH aku?!
Itu kata ter-kurang ajar yang pernah diucapkan junior padaku. Dan terus terang, sampai sekarang aku masih sulit memaafkan.
Boss-ku aja ga pernah pake kata itu. Dalam perintah-perintahnya beliau selalu halus
Mohon pertolongan Putri..
Tolong ya, Put
Minta bantuannya
BELUM PERNAH ada yang bilang
yang saya SURUH kemarin
INI! Bukan boss-ku.. Grade-nya sama! Anak kemarin sore yang buat ngopi JCL aja masih tanya-tanya aku! Berani-beraninya pake istilah MENYURUHku
Siapa ELU?!!!
05.21.09
Liburan
Excited!!
Siang ini aku mo berangkat liburan. Setelah Boss-ku sempat lupa kalo aku mau cuti Jum’at besok, akhirnya aku jadi berangkaaaat!!
Ke mana sih? Cuma ke Jogja kok, ga jauh-jauh. Yang bikin semangat n ga sabar adalah orang-orang yang akan kutemui di sana.
Elvi dan Aciel.
Mereka temen kost-ku waktu di Malang. Dengan jurusan kuliah dan angkatan yang berbeda, ternyata masih ada hal yang menyatukan kami. Apa itu? KOST-KOST-an!!
Beneran, pernah menjalani hidup sebagai anak kost sedikit banyak merubah cara hidup dan pergaulanku. Aku yang sebelumnya bisa dibilang sangat pendiam dan tertutup jadi bisa menjadi lebih toleran dan mulai tidak egois. Egoisnya masih ada sih, tapi dengan level yang jauh berkurang.
Apalagi penghuni kost-kost-anku dulu sekitar 60 orang. Sewidak, kata orang Jawa. Jumlah yang amat sangat memaksa orang buat ga egois khan?
LIburan kali ini kurancang waktu aku lagi di puncak kesibukan, sekitar awal April kemaren. Di tengah suntuk, aku berusaha mencari pelarian dengan mencari kemungkinan hari libur dan arah tujuan liburanku. Karena udah pesan tiket sejak sebulan lalu, aku bisa dapat tiket murah, cuma 440ribu untuk perjalanan udara Jakarta-Jogja Pulang Pergi.
Not bad, huh?
Udah ah, mo packing dulu.
05.18.09
Titipan
Sejak kemaren, salah seorang rekan kerja udah mem-publish di akun Facebooknya kalo sang istri masuk rumah sakit dan akan menjalani operasi caesar. Jadi wajarlah kalo tadi pagi aku tahu hari ini akan hadir sesosok bayi mungil.
Yang ga kusangka adalah sebuah kejadian yang membuatku terhenyak. Aku masih di dalam bis saat pesan singkat itu masuk
06.55 WIB Yoga Arnindita
“Innalillahi wainnailaihi rajiun. Telah meninggal putra pertama dari firman taufik pada hari ini pukul 02.00. Jenazah akan dikebumikan di Cikalong”
Terkesiap dan lemas rasanya. Gimana enggak, Firman itu temen seangkatanku di kantor. Kami kenal sejak awal. Sewaktu dia menikah aku datang ke resepsinya. Waktu putra pertamanya hadir aku dan kawan-kawan seangkatan sama-sama memberi atensi. Firman memasang foto putranya di profile picture akun Facebooknya. Dari situ aku lihat sosok bayi yang sangat menggemaskan. Dengan pipi dan tubuh yang montok.
Aku sering menggoda Firman dengan hinaan-hinaan bercanda
“Man, istrimu itu kamu bohongin kali ya… makanya mau nikah sama kamu”
“Man, anakmu cakep banget. Untung ya ga kayak bapaknya.”
Sekali aku maksa Firman buat nunjukkin foto putra tercintanya. Anak yang benar-benar lucu. Dan sekarang anak itu pergi. Usia si bayi baru sekitar 8 bulan. Cukup berat cobaan buat Firman. Aku yang belum punya anak aja ngerasa kehilangan. Apalagi sosok sang ayah. Firman, yang tabah ya.. aku ikut berdukacita sedalam-dalamnya
Ga lama kemudian ada update status di akun Facebook rekan yang aku ceritain di awal tulisan. Alhamdulillah bayi-nya lahir dengan sehat. Alhamdulillah.. aku ikut senang mendengarnya.
Dua kejadian di hari yang sama yang melibatkan dua anak manusia. Kejadian yang membuatku merenung. Sungguh, anak itu benar-benar titipan. Suatu saat diambil oleh pemiliknya dan kita ga kuasa melakukan apapun untuk mencegahnya..
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun…..
05.14.09
Cari Pintu Lain
Kemarin siang ampe malam aku ngobrol sama Boss-ku. Topiknya ga jelas. Mulai dari masa sekolah, kuliah, kerjaan, kebiasaan (mantan) bawahan beliau, Blackberry sampai beasiswa Pasca Sarjana.
Salah satu yang berkesan dari obrolan ngalor ngidul itu adalah mengenai kesempatan beasiswa. Ada benang merah yang sama yang bisa ditarik dari rekan-rekan kantor yang lulus seleksi sampai saat ini. Susah ngejelasinnya, tapi mereka punya sifat dan karakter yang sama. Dan kalo dirunut, memang tipe-tipe seperti itulah yang sepertinya diinginkan oleh kantor buat disekolahkan.
Beliau bilang hal itu terjadi secara alami. Ga bisa dibuat-buat. Aku ga akan bisa meniru karakter si A yang kebetulan lulus tes itu. Lagipula memang buat apa? Toh setiap orang memang berbeda, ya khan? Kalopun memang ga lulus seleksi beasiswa itu, akan masih ada beribu kesempatan lain.
Kalo kata beliau, seandainya pintu itu tertutup, pasti masih ada pintu lain yang bisa dibuka. Go ahead! Carilah pintu itu!
PS: perbincangan dengan salah satu Boss terbaikku yang mendapat promosi ke tempat baru (nice to know u, Boss!!)
04.20.09
Datang dan Pergi
People come n go..
Betul-betul ungkapan yang tepat. Saat ini aku lagi pengen cerita tentang 2 rekan kerja-ku. Dua-duanya smart n a fast learner. Dan mereka sama-sama ga pelit buat bagi ilmu. Ga keberatan berbagi n ngajarin apa yang telah diketahui buat seorang newbie kayak aku.
Danny n Sergio.. rekan yang ditugaskan dari IBM khusus menangani Mainframe di kantorku.
Yang aku kenal pertama itu Danny. Aku masih inget waktu dengan culunnya menghadapi apa yang dimaksud JCL n dia dengan sok merintahnya bilang
“Udah tuh, Put!! Cek dulu ya”
Whadd… apanya yang di-cek!!! Aku ga tau apa-apa ttg barisan huruf dan angka ini. Ternyata dia emang punya niat jahil ngerjain aku. Udah tau aku belum genap sebulan dan masih pake nametag Trainee.. Udah tau aku bukan lulusan IT..
Besok-besoknya, tetap dengan wajah dan niat jahilnya, dia rela spare waktu buat bikin versi sederhana buat kupahami. Belakangan aku juga tau kalo dia bahkan sempat ngajarin Ivan, rekanku di kantor yang masuk setahun setelahku. Ivan sempat ditugaskan megang Mainframe juga.
Kontakku dengan Danny berlangsung selama kurang lebih setahun. Sampai Sergio muncul.
Sergio masuk ke kantorku dengan posisi sama persis kayak Danny. Dan memang Sergio menggantikan Danny soalnya Danny melajutkan sekolah ke Negeri Singa.
Well, cowok yang satu ini ga kalah smart dengan yang sebelumnya. He’s really a fast learner. N lagi-lagi dia ga sombong n pelit berbagi ilmu. Jahilnya sih ga sejahil Danny.. n dia sempat jadi pemasok musikku. Dalam arti men-share bebrapa koleksi albumnya. Yep.. D’Sound, Cassiopea n Within Temptation dalam koleksi lengkap itu berkat campur tangannya.
Sampai minggu lalu… secara ga sengaja aku denger kabar. Sebetulnya kabar bagus… Yep, kariernya naik. Congrats, Sergio! You deserve that! Tapi ga tau kenapa.. deep inside my heart.. ada rasa kehilangan.
Well, anyway, I’m happy for you. I do!
04.19.09
Alhamdulillah…
Semua berjalan lancar.
Proses pertama jalan hari Jum’at, 17 April 2009 mulai jam 23.00 WIB n selesai Sabtu, 18 April 2009 jam 03.30.
Proses kedua mulai hari Sabtu, 18 April 2009 jam 20.30 WIB n kelar Minggu, 19 April 2009 jam 01.00. Tapi sebenernya batch kelar jam 04.00 WIB
Konfirm ke otorisasi, trx OK
User kasi info kalo trx ATM (cash advance, cek saldo dkk) OK
Cek trx via EDC juga bagus
Mudah-mudahan proses transfer file txt dan entry rutin harian juga baik-baik aja.
Alhamdulilah… terima kasih ya Allah..
04.18.09
Insecure
Teman…
Cukup aku yang merasa seperti ini. Ga nyaman dan insecure. Kamu ga perlu merasa sulit membela ini/itu. Biarin aja..
Aku juga ga tau sampai kapan ini akan berlangsung. Jangan kamu kira aku ga berusaha. Udah.. aku udah coba sekuat hati. Walaupun gagal dan ia menyebutku munafik. Yep, it hurts.
Juga jangan kamu kira aku akan berhenti berusaha. For better me… I try. U wanna see me OK, rite?
Thx for still being friend of mine. Dengan segala kekuranganku