02.26.09

Usai Sudah Permusuhanku Dengannya

Posted in Daily tagged at 9:29 pm by utaminingtyazzzz

Yeaaa!!!

Hari ini aku berhasil mengalahkan mereka.

Bertahun-tahun jadi musuhku, hari ini kau takluk juga! Kalo dihitung, sudah 28 tahun kita bermusuhan. Hari ini aku membuktikan kalau kalian ga berarti apa-apa buatku. Walaupun kalau mau jujur, aku masih membawa senjata khusus kalo berhadapan denganmu.

Incidal is the best!!

Siang ini… aku mampu melahapmu dan ga mengalami gatal-gatal

Hahahahahaha…. udang dan kepiting…. sekarang aku udah ga alergi kalian lagi!

02.25.09

Kampanye Politik

Posted in Sucks tagged , at 7:24 pm by utaminingtyazzzz

Duh,
kenapa ya.. aku muak sama politik Indonesia. Penuh janji palsu n egois semata. Mulai dari proses kampanye, masa tenang, pemilihan, sampai terpilih, dunia politik penuh kekotoran. Kotor dalam arti sebenarnya.

Diawali dengan kampanye. Tiap calon berlomba menampilkan dirinya se’bersih’ mungkin. Padahal, sadar ga sih.. baliho, poster, stiker dan bla bla bla itu ngotorin lingkungan? Bener-bener sucks! Udah gitu, kalo masa kampanye udah lewat, GA ADA satupun pihak yang bertanggungjawab buat bersihin hasil kerja mereka. Mana? Mana ada coba orang-orang yang nyabutin stiker… mbersihin baliho… n ngeberesin poster yang mereka pasang?!

Udah gitu poster n baliho mereka ajaib-ajaib, lagi. Ada yang mencatut nama anaknya lah.. nama Presiden Indonesia, Presiden Amerika, bahkan sampai pemain bola. Ga mutu banget sih.

Trus kalo hasil pemilihan udah dihitung. ada aja yang dijadiin bahan seteru. Gugat menggugat ag terima hasil pemilihan.. Ngabis”in energi aja mah..

Trus lagi kalo udah terpilih. BERAPA PERSEN janji yang terealisasi?!

02.21.09

Mendidik Si Kecil

Posted in Daily tagged at 12:20 am by utaminingtyazzzz

Sabtu lalu, pas lagi di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, ada hal yang bikin aku tersentak n terus terang marah.

Aku n Anggi lagi di eskalator n tiba-tiba sepatuku diinjak dari belakang. Itu sih ga masalah ya… Yang jadi masalah, ternyata yang nginjek itu gadis kecil usia sekitar 5 tahun n dia ngomong gini..

“Eh coplok….eh goblog…”

WAHH!! Anak umur 5 tahun!! Perempuan, lagi!

Si anak didampingi sama nanny-nya yang langsung menutup mulut anak itu.

Ck… ck….ck… Pengen liat orangtuanya macam apa. Kok anak sekecil itu bisa ngeluarin kata kotor

02.14.09

Ajaib di Dunia Maya

Posted in Uncategorized tagged at 5:33 pm by utaminingtyazzzz

Kadang kalo lagi online aku ketemu sama orang-orang aneh n ga penting banget. Yang paling berkesan tuh 2.

Orang ajaib pertama… uhmm.. lupa namanya (emang penting gitu nginget nama makhluk ini?!). Tiba-tiba aku di Facebook n ngajak chat. Beberapa kali chattingmasih standar-standar aja.. tanya kerja di mana, kuliah di mana bla bla bla..  Sampai satu saat dia nanya yang ‘engga banget’.  

“Eh TB/BB kamu berapa.”   Whaddd… WTF! tanpa basa-basi dia langsung ku-delete dari friend list di Facebook n YM.

Sorry aja, Om.. Sampeyan ternyata amat sangat ga penting n dangkal banget. Ga layak buat jadi temanku.

Orang ajaib berikutnya datang di Facebook lagi. Seperti sebelumnya, dia add aku jadi temannya n buat join Mafia Wars. Berhubung aku hobi banget main Mafia Wars n butuh orang, ya aku seneng aja di-add. Eh tau-tau dia leave message di Wall-ku gini 

“Hi juga, asl pls.. “

Hmmm…another gebleg man. Mana abis itu dia ngajak chat di Facebook dengan kalimat awal gini  

“Hai.. asl km?”

“Kamu ga bisa baca ya.. Di Facebook-ku udah ada semua.”

“Oooo kirain bohongan”

Hahahaha… sampeyan iku sing pembohong, Om.. Beberapa hari kemudian dia ku-delete juga dari friend list-ku

Belum pernah denger Netiquette, kayaknya

Slums

Posted in Movies tagged at 4:32 pm by utaminingtyazzzz

SHOCKED!!

dan mual. Itu yang aku rasain waktu nonton Slumdog. Bukan… bukan filmnya yang bikin mual. Filmnya sendiri bagus banget. 

Yang bikin aku eneg n kepikiran terus sampai besok-besoknya adalah salah satu adegan. Sorry kalo jadi spoiler ya..  Kalo ga mau nerusin baca juga gapapa kok.

Salah satu adegan di film itu kurang lebih gini

Seorang anak di ‘panti asuhan’ disuruh nyanyi. Si pengelola panti bilang kalo dia puas dengan nyanyian si anak. Berarti si anak sudah siap. Anak itu udah seneng.. tiba-tiba anak itu dibius dan dibaringkan dalam keadaan tak berdaya untuk kemudian… matanya dituangi cairan air keras..

Sumpah…. aku eneg banget. Shocked… Sampe gemetar n ga percaya. Ya Allah ya Tuhanku….

OK, mungkin ada yang bilang itu ‘cuma’ film. Tapi siapa yang tau realitanya? Ga usah jauh-jauh ke India, di Jakarta ada banyak kondisi slums yang mengenaskan. 

Waktu aku cerita tentang film ini ke adikku, dia sempat share n bilang kalo di kereta sepanjang perjalanan ke Bogor (dia lagi OJT di Cabang Bogor jadi tiap weekend pulang pergi ke Bogor) ada BANYAK pengemis dan pengamen buta. Cerita Sonny ini malah bikin aku makin merinding. Apakah hal yang sama juga terjadi di sini? di Indonesia?

Kalau diperhatikan,  sebenernya banyak hal yang mencurigakan di sekitar kita. Pengemis yang menggendong bayi, misalnya. Apakah bayi itu benar-benar anaknya? Apakah makhluk mungil itu bukan hasil penculikan dari rumah tangga seseorang yang bahagia? Beberapa bayi dan anak kecil yang beredar di jalanan keliatan begitu bersih. Bukan bajunya yang bersih. Tapi kulit dan penampilannya. OK, sulit buat dikatakan tapi kalau sempat, perhatikan aja.

Anak kecil yang meminta-minta di jalan.. Siapa yang mendapat keuntungan dari setiap rupiah yang kita berikan ke mereka? 

Aku bertanya-tanya… Apakah orang-orang jahat itu ga mempunyai sedikiiiit saja hati nurani? Coba bayangkan seandainya mereka diperlakukan sama. 

Direnggut dari kehidupan normalnya

Diambil paksa kehormatannya

Dibuat kehilangan salah satu panca inderanya

Orang-orang seperti itu sungguh biadab.

02.13.09

Puisi Penyesalan Programmer Mainframe

Posted in Work tagged at 6:13 pm by utaminingtyazzzz

O’ DASD, How Do I Waste Thee
Let Me Count the Ways
..
Over allocate data sets 
Not releasing unused space
Idiotic secondary space requests
VSAM freespace of 25%
Not using BLKSIZE=0
Doubling the space after a B37
70% Migration Levels
No controls on users
JCL unchanged since the Middle Age

taken from ibmsystemsmag.com/mainframe May/June 08 edition

02.09.09

Bank Identification Number

Posted in Work tagged at 1:43 pm by utaminingtyazzzz

Memenuhi permintaan temanku tersayang, kali ini aku pengen sharing tentang kode bank. Mudah-mudahan yang dimaksud Ida bener yang ini ya. Kalo pesenannya belum memuaskan, boleh request lagi kok, Jeung.

Tiap kartu (Kartu Debet maupun Kartu Kredit) pasti punya nomor kartu yang umumnya terdiri dari 16 digit.  Sebenernya kita bisa tau itu jenis kartu apa cuma dari nomornya. Apakah itu kartu debet atau kartu kredit.  Kartu Bank A atau Bank B. Ikut jaringan Visa atau MasterCard. Tipe Standard, Gold, Platinum, Private Label ataukah Prioritas.

Misalkan nomor kartumu

ABCD EFGH IJKL MNOP

ABCDEF itu merupakan BIN (Bank Identification Number). BIN adalah identitas yang diberikan oleh penyelenggara jaringan (MasterCard atau Visa) kepada bank. Di sini aku sering cuma bilang Visa dan MasterCard soalnya yang mayoritas digunakan oleh bank di Indonesia ya memang cuma 2 itu. Sebenernya masih ada lagi yang namanya American Express (AMEX), JCB, Diners Club  dsb dsb..

Misalkan Bank A baru punya kartu debet Standard dan pengen ngeluarin kartu debet Gold atau Platinum, bank tersebut harus memberi tahu pihak MasterCard atau Visa sekaligus mengajukan permintaan BIN baru.

Begitu juga kalo Bank A mau menerbitkan Kartu Kredit. Bank A harus ngasitau MasterCard atau Visa sekaligus ngasi rincian tentang kartu yang akan dikeluarkan (limitnya berapa, akan aktif mulai kapan, dsb).  Setelah BIN yang diminta udah ada, baru deh pihak ‘dapur’ bank mulai masak.. bikin program buat BIN baru itu supaya bisa terdaftar di database bank, bisa bertransaksi dengan baik dan juga ga boleh lupa ngasi woro-woro ke bank lain supaya BIN bank yang bersangkutan bisa bertransaksi di EDC atau ATM bank lain.

GH menunjukkan tipe kartu tersebut, apakah Standard, Gold atau Platinum.

IJKLMNO  itu merupakan sequence number yang didapat secara otomatis dari sistem. 

Nah, kalo P itu yang disebut cek digit. Saat ini metode yang digunakan adalah modulus 10. Dahulu kala, metode ini masih merupakan alat pengamanan yang cukup baik sehingga bersifat rahasia. Tapi sekarang, semua orang sudah bisa mengecek sendiri berapa cek digit yang benar untuk nomor kartu yang dibuat. 

Kalo kamu iseng, coba masuk ke sini dan masukkan 6 digit awal kartumu ke field yang tersedia. Masukkan kode verifikasi dan tunggu. Nanti akan muncul data mengenai siapa bank yang mengeluarkan kartumu.

Mungkin ada yang nanya, kenapa sih ada bank yang pake MasterCard.. ada yang pake Visa, ada yang pake dua-duanya. Apa sih yang membuat bank memutuskan mo pake dan ga pake?

Sebenernya ini masalah strategis ya. Kenapa pake MasterCard, kenapa ga Visa, kenapa ga bikin jaringan sendiri aja…

Ikut jaringan itu ga murah. Ada biaya yang harus dikeluarkan. Mulai dari iuran tahunan, fee per transaksi, denda kalo koneksi jaringan putus lebih dari batas yang bisa ditoleransi,  sampai dengan fee kalo kartu dipake bertransaksi di bank lain dengan menggunakan jaringan yang sama.

Itu sebabnya Bank ga bisa sembrono tiba-tiba memutuskan ikutan Visa, misalnya. Atau karena bermasalah dengan 1 jaringan trus langsung memutuskan koneksi seenaknya. Selain mempertaruhkan nama di depan si penyedia jaringan (hey, siapa sih yang ga kenal MasterCard di dunia?!), juga mempertaruhkan nama di depan nasabah.

Ada bank yang memilih untuk mengeluarkan kartu yang hanya bisa bertransaksi di jaringan sendiri. Ini yang dinamakan private label. Kenapa ada private label? Salah satu pertimbangannya adalah: tidak memerlukan koneksi ke luar. Selain itu juga mungkin ada pertimbangan biaya di dalamnya. Dengan membuat private label, bank tidak perlu membayar iuran tahunan, fee atau denda ke pihak lain. Kekurangannya jelas, kartu itu ga bisa digunakan bertransaksi di EDC atau ATM selain keluaran bank yang bersangkutan. 

Perhatiin ga sih, ada salah satu bank di Indonesia yang mewajibkan nasabahnya untuk punya kartu private label mereka sebelum memilih mau kartu MasterCard atau Visa. Jelas ini taktik penjualan. Karena nasabah yang tertarik memiliki kartu mereka akan terpaksa memiliki kartu private label itu.

Sekarang cerita tentang Indonesia.

Di Indonesia sendiri juga ada switching company. Apa sih switching itu? Switching berfungsi untuk menyediakan jaringan yang dapat dimanfaatkan oleh bank. 

Dahulu kala ada gembar gembor mengenai HIMBARA (Himpunan Bank Negara) dengan jaringan yang disebut Link. Namanya juga bank negara alias bank pemerintah, jadi anggotanya juga terbatas, cuma 4 biji. BRI, BNI, Bank Mandiri dan BTN. Link dikelola oleh perusahaan yang bernama Artajasa.

Seiring berjalannya waktu, Artajasa melihat peluang lain dan mulai mengembangkan jaringan serupa tetapi dengan cakupan yang jauh lebih luas. Akhirnya dikenallah yang namanya ATM BERSAMA. ATM BERSAMA memiliki sekitar 70 bank anggota (mudah-mudahan valid ya) dan selalu update secara berkala. Maksudnya, makin lama makin banyak bank yang ikut jaringan ini.

Selain Artajasa, ada lagi perusahaan yang menyediakan jaringan. Namanya Rintis. Rintis menyediakan fasilitas yang sama dengan Artajasa.

Trus bedanya apa donk? 

Kalo Artajasa berada di bawah kelolaan (atau anak perusahaannya ya? let me check it, OK) Bank Indonesia. Sementara kalo Rintis ada di bawah kelolaan BCA.

Apa bedanya Artajasa & Rintis dengan MasterCard dan Visa? Cakupannya!

Yang pertama itu hanya meliputi Indonesia. Sedangkan yang kedua itu sudah mendunia. 

Eh, jadi melantur ke mana-mana. Kalo ada yang keliru, mohon dikoreksi ya. Sebenernya apa yang aku tulis ini sama dengan yang aku share sama temen-temen angkatan baru di kantor. Aku selalu semangat kalo diminta ngisi buat sharing sama temen-temen coz menurutku bidang ini sangat menarik. Hampir tiap hari kita bersentuhan dengan ATM khan? Dan mungkin dengan Kartu Kredit. Dan bisa aja bertransaksi di EDC. Penasaran ga sih dengan apa yang ada di jalur belakang setelah kartu kita digesek di mesin EDC? Hmmm… aku seneng banget kalo pas lagi sharing gitu terus temen-temen nanya. Dari pertanyaan itu aku jadi bisa cerita terus dan terus dan terusss… (ah, emang dasar doyan cerita!)

02.08.09

Chip Card

Posted in Work tagged at 12:08 pm by utaminingtyazzzz

Di koran kemaren ada artikel mengenai Standarisasi Kartu Ber-chip yang ditetapkan oleh BI. Jadi inget, sekitar setahun yang lalu aku ditugaskan mewakili kantor buat hadir di pertemuan-pertemuan yang diadakan untuk menentukan Standarisasi Kartu Ber-chip itu.

Sebenernya mungkin banyak yang bertanya-tanya, apa gunanya sih kartu ber-chip? Bedanya apa dengan yang biasa?

Satu dan satu-satunya alasan adalah: keamanan. Apalagi dengan kenyataan jebolnya ribuan Kartu tahun lalu, itu betul-betul menampar semua bank. Ternyata SEMUA bank mengalami hal yang sama, karena ga ada bank yang kartunya tidak digandakan.

Kok bisa?

OK, sekarang coba lihat Kartu Debet atau Kartu Kreditmu. Di paling depan tertera 16 angka khan? Terus di bawahnya ada bulan dan tahun yang menunjukkan expired date kartumu.

MIsalkan urutannya gini:

1234 5678 90xx abcd

123456 itu yang disebut BIN (Bank Identification Number). BIN ini merupakan identitas kartumu, apakah itu Kartu Debet atau Kartu Kredit dan merupakan keluaran dari bank mana. Kalo kartu MasterCard diawali dengan 5. Beda lagi dengan kartu Visa. Visa dimulai dengan 4.

78 itu menunjukkan tipe kartu. Standar, gold atau platinum.

xxabc itu menunjukkan sequence number atau nomor urut pencetakkan kartu. Nomor ini akan muncul secara otomatis oleh sistem.

Kalo digit terakhir (d) itu merupakan cek digit. Apa sih cek digit itu? Cek digit sebenernya merupakan hasil perhitungan dengan formula tertentu dari 15 angka sebelumnya. Jadi ga akan mungkin ada nomor Kartu yang 15 digit awalnya sama tapi digit terakhirnya aja yang beda.

Coba balik kartumu. Di belakang ada sederetan stripe warna hitam. Itu yang dinamakan magnetic stripe. Di magnetic stripe itu tersimpan data-datamu. Mulai dari no rekening, no kartu, expired date, Card Verification Value (biasa disebut CVV) dll.

Trus di bawah magnetic stripe tercetak 7 digit. 4 digit pertama itu menunjukkan sequence number. Cek aja, pasti sama dengan 4 digit terakhir yang tercetak di depan kartu. 3 digit terakhir itu yang tadi disebut CVV. CVV ini didapatkan dari perhitungan (algoritma) antara nomor kartu, expired date dan satu kunci (key) yang HANYA dimiliki dan merupakan rahasia bank penerbit kartu. Tiap bank punya key yang beda-beda dan tidak diketahui oleh pihak lain.

Kalo kamu bertransaksi via ATM atau EDC, data-data yang ada di magnetic stripe-mu akan dibaca dan dikirimkan ke ‘dapur’ bank untuk dicek validitasnya. Kalo sesuai, kamu boleh bertransaksi. Kalo ada yang ga sesuai, berarti kartumu dicurigai kartu palsu.

Beberapa abad yang lalu (OK, aku berlebihan. Sebenernya beberapa dekade), magnetic stripe den penerapan cek digit merupakan pengamanan kartu yang baik. Tapi namanya juga penjahat, pasti makin pintar. Mereka mencari cara gimana caranya menjebol keamanan kartu.

Hal ini ga hanya terjadi di Indonesia. Eropa juga mengalami masalah yang sama. That’s why (halah halah) keluar spesifikasi kartu yang namanya EMV (Europay MasterCard Visa). EMV ini adalah aturan/spesifikasi chip kartu yang disarankan digunakan oleh pengguna Euoropay, MasterCard dan Visa. Aturan ini meliputi apa aja yang harus ditanamkan ke dalam chip, gimana cara kartu berkomunikasi dengan EDC atau ATM, key apa yang harus dipakai untuk jadi bahasa rahasia, dll… dll…

Eropa udah menerapkannya sejak lama. Di Asia, beberapa negara sudah meng-implementasikannya juga.

Gimana dengan Amerika? Well.. perilaku orang Amerika rupanya beda. Tingkat fraud pada kartu mereka rupanya amat sangat rendah. Misalkan kerugian yang disebabkan fraud kartu cuma seribu rupiah.. sedangkan penerapan chip card (harus diakui sangat mahal karena meliputi penggantian teknologi secara besar-besaran) sebesar sejuta rupiah, isn’t it toooooo expensive? Jelas Amerika memilih rugi seribu daripada sejuta. Makanya Amerika memilih untuk ga menerapkan kartu ber-chip.

Kembali ke Indonesia, Bank Indonesia sebagai regulator keuangan udah ngasi aba-aba ke bank buat menerapkan chip card ASAP!! Deadline pastinya aku masih belum tau, tapi yang pasti untuk Bank harus menerapkan EMV untuk Kartu Kredit (soalnya mayoritas bank merupakan anggota MasterCard dan atau Visa).

Untuk Kartu Debet, karena tiap bank punya spesifikasi sendiri (ga semua bank join MasterCard dan atau Visa) jadi BI mengajak switching company di Indonesia buat arrange spesifikasi yang akan digunakan. Switching yang ikutan antara lain Artajasa, Rintis dan Alto. Beberapa bank besar juga diajak, salah satunya kantorku. Tapi yang bener-bener terlibat buat testing dsb cuma beberapa.

Minggu lalu aku terima e-mail dari pak Switching yang mengundang kehadiran Direksi bank terkait mengenai Chip Card. Dari undangannya kayaknya spesifikasi udah terbentuk, proses testing udah matang.. tinggal men-sosialisasikan hasilnya ke bank-bank se-Indonesia sekaligus menetapkan deadline.

Auch… Kerja keras sudah menanti

Test

Posted in Uncategorized tagged at 12:05 pm by utaminingtyazzzz

Lagi ngetest rumah di WordPress