01.18.10

Saatnya Belum Tiba

Posted in Love at 6:02 pm by utaminingtyazzzz

Masih harus sabar menunggu..
Akan diarahkan ke mana jalanku ini
Entah apa yang telah Dia lukiskan untukku.. untuknya

January 2010

01.04.10

Sibuknya…

Posted in Work at 2:54 pm by utaminingtyazzzz

Sehubungan dengan aturan Bank Sentral yang mewajibkan seluruh Kartu Kredit di Indonesia menggunakan teknologi chip, kantorku juga sibuk memenuhi aturan ini.

Kartu kredit kami menggunakan standar Europay MasterCard Visa (EMV). Bukan cuma kartu aja yang diganti, tetapi juga terminal Electronic Data Capture (EDC).

Untuk EDC yang digunakan pun bukan EDC sembarangan. EDC tersebut HARUS sudah di-sertifikasi oleh pihak berwenang. Dalam hal ini adalah MasterCard, karena kami mengikuti jaringan MasterCard.

Proses sertifikasi ini cukup panjang dan rumit. Dalam hal testing, misalnya. Pihak MasterCard memberikan skenario sebagai panduan member dalam melakukan testing. Skenario yang diberikan cukup WOW.. Melelahkan, maksudnya, hehehe… Ga dink. Kalo ga gini khan nanti ada aja yang terlewat.

Bayangkan, MasterCard memberikan segepok album yang berisi kartu-kartu (sekitar 30 kartu lebih mungkin ya). Masing-masing kartu itu udah punya fungsi sendiri-sendiri.

Skenario yang dikirim mencakup beberapa hal, mulai dari tujuan testing, requirement device, setting parameter, simulator yang digunakan, jenis transaksi, referensi dokumen (jadi kalo masih bingung, silakan buka dokumen nomor sekian), konfigurasi kartu, step yang dilakukan, konfigurasi simulator sampai dengan kriteria yang harus dipenuhi.

Step yang harus dilakukan cukup lengkap, mulai dari perlakuan terhadap kartu (harus digesek atau di-insert), nominal transaksi sampai PIN yang di-input.

Begitu juga mengenai kriteria yang harus terpenuhi. Di dokumen itu lengkap dikasitau mengenai bit berapa harus bernilai apa, apakah bit tertentu harus on atau off. Wow deh pokoknya!

Memang semua itu tidak gratis. Biaya yang harus dikeluarkan sih cukup WOW juga, hehehe

Overall, sebagai tester aku jadi bisa punya garis-garis panduan buat melakukan testing secara lebih detil dan lengkap.

Sherlock Holmes The Movie

Posted in Movies at 2:29 pm by utaminingtyazzzz

Baker Street 112.
Ups, jangan protes dulu. Ternyata aku emang salah inget alamat :D
Baker Street 221b, itu adalah sebuah alamat yang terkenal. Ga familiar? Gimana dengan Sherlock Holmes?

Sejak kecil aku suka baca novel-novel detektif, mulai dari Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu, Trio Detektif, STOP, Hawkeye, Agatha Christie sampai dengan Sherlock Holmes. Sayangnya, karena baca novel-novel itu pas masih kecil, sekarang jadi samar-samar ingatannya. Harus baca ulang lagi nih, kayaknya.

Waktu Sherlock Holmes difilmkan aku jadi semangat banget pengen nonton. Gimana jadinya kalo sosok eksentrik ini difilmkan. Ternyata memang bener-bener jadi antik.

Yoga sampe nggumun, orang tu kalo terlalu pinter bisa jadi gitu ya. Dalam hati aku mbatin, untung Yoga ga sampe segitunya, hihihi

Wajah Downey Jr tetap tanpa ekspresi waktu diprotes keras sahabatnya, Watson (Jude Law). Bahkan sewaktu disiram anggur oleh tunangan Watson saking jengkelnya.

Dia juga tetep lempeng aja waktu Watson bilang bahwa Mary (sang tunangan) berkomentar bahwa dokter yang merawat Watson bukanlah dokter yang bagus (di mana sebenarnya ucapan itu menyindir Holmes yang waktu itu menyamar jadi dokter gara-gara pengen ngeliat keadaan Watson setelah kena ledakan).

Analisis Holmes kurang ditampilkan di sini. Harusnya ejekan Holmes (dan ekspresi Watson, tentunya) lebih bisa ditampilkan. Bisa jadi warna tersendiri. Warna komedi, maksudnya :D

Tapi aku suka bagian di mana Holmes menghitung-hitung langkah yang harus diambil untuk melumpuhkan musuh, lengkap dengan perhitungan bagian tubuh mana yang harus dihantam, prakiraan waktu cedera sampai kapan kira-kira si lawan akan sembuh.

Dua jam yang kuhabiskan di dalam bioskop benar-benar ga membosankan. I enjoyed every single second. Bahkan sampai lagu penutup diputar pun aku masih betah duduk di kursi saking terpesonanya.

Banyak yang mengkritik (atau paling engga berpendapat) bahwa Downey Jr kurang pas buat memerankan peran ini. Aku sendiri ngebayangin seandainya peran ini dimainkan sama Johny Depp (kebayang ga sih).

Menurutku film ini layak ditonton. Selamat menonton!

12.28.09

Dua Sisi Kata-Kata

Posted in Calm at 4:27 pm by utaminingtyazzzz

Kata-kata sungguh bisa menyayat setajam sembilu. Tetapi kata-kata juga bisa menyejukkan hati sedamai embun

Teruntuk my dear. Terima kasih atas pendapatnya. I’m so lucky to have u

12.22.09

Udah Lewat… Ngapain Dipikirin?!

Posted in Work at 8:47 pm by utaminingtyazzzz

Iya bener, test-nya udah lewat. Ngapain sih masih dipikirin?

Ga tau kenapa aku masih ngerasa kurang puas dengan diriku sendiri waktu ngerjain Test Potensi Akademik (TPA) tadi siang.
Aku ngerasa harusnya bisa lebih baik, lha wong udah latihan sendiri dengan buku pinjaman (thx to u, friend) n udah baca tips n trik-nya di sini.

Tapi tips yang disampaikan emang bener. Ini dia yang musti diperhatikan:

1. Tetap tenang
2. Kalo ga bisa, lewatkan saja
3. Hapal bilangan pangkat (dua, tiga, empat dst)
4. Teliti. Jangan sampai ada yang terloncat
5. Akan lebih bagus kalo punya daya imajinasi
6. Sering-sering baca tulisan yang ‘berat’. Kalo ga tau arti sebuah kata, cari artinya!

Aku rasa tips di atas lebih kutujukan pada diri sendiri. Wish I could turn back time *crying*

12.16.09

An Argument

Posted in Sucks at 8:27 am by utaminingtyazzzz

I don’t argue with an idiot. Cause they only drag you down to their level then beat you with an experience.

Oh, i took this quote from somewhere….

12.15.09

Ketika Harus Keluar Dari Zona Nyaman

Posted in Love, Work at 7:39 pm by utaminingtyazzzz

Well, ini yang aku hadapi sekarang. Tiga tahun lalu aku masuk ke perusahaan ini dengan keyakinan besar bahwa inilah karierku. Di sinilah aku akan menapak sampai pensiun. Apalagi melihat sosok ayahku yang memang dinas sampai pensiun di sini. Turn over perusahaan termasuk kecil, karena yang ditawarkan di sini relatif secure.

Sampai tiba suatu saat di mana aku menerima pinangan (halahhhh.. bahasanya!!!) ga dink.. sampai saat aku dekat dengan seseorang, yang kebetulan juga teman sekantor. Mulai kasak kusuk lah kami. Berunding mengenai denda yang harus dibayar, siapa yang harus pindah kantor, kira-kira pindah ke mana.. Inilah step tambahan yang harus dijalani, sedikit lebih rumit ketimbang pasangan lain yang berbeda kantor. Tapi ga apa-apa.. Kalo jodoh, Insya Allah dimudahkan, bukan?

Dengan beberapa pertimbangan, disepakati bahwa aku-lah yang akan mencari pekerjaan lain. Tentunya tidak dengan cuma-cuma. Dearest kuberi syarat:

1. Mau ikut test kenaikan jabatan walaupun berarti ada kemungkinan pindah ke luar kota
2. Mau ikut test untuk sekolah S2 ke luar negeri

Syarat itu penting, mengingat dia bukan termasuk pekerja yang ambisius. Paling enggak, dia bisa menggantikan impian yang udah kugambar di awal karier. Lagian, he’s smarter than me.. Off course he can do it easily

Setelah dia menyanggupi hal-hal itu, barulah aku lega dan siap melangkah keluar dari zona nyamanku ini. Alhamdulillah, orangtuaku juga menyetujui pilihan ini. Semoga langkah kami dimudahkan. Amien

12.08.09

Pemulung Pun Peduli

Posted in Calm at 11:48 am by utaminingtyazzzz

Aku sampe nangis baca postingan ini

Semoga kebaikan mereka dibalas oleh Allah SWT

12.06.09

Perilaku Memalukan Alumni Universitas X

Posted in Sucks at 7:52 pm by utaminingtyazzzz

Satu saat aku lagi asyik googling dan nemu satu tulisan menarik di sini. Saking penasaran pengen tau jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Pak Endy, aku sampe googling lagi buat cari jawabannya.

Tapi yang aku temukan betul-betul memalukan. Ada yang mengkopi mentah-mentah artikel itu dan berlaku seolah-olah tulisan itu hasil karya dia. Dia cuma mengganti kata ganti ’saya’ dengan ‘gw’, seolah-olah sang ‘gw’ itu emang punya kualifikasi tinggi. Padahal, siapalah si ‘gw’ yang nyata-nyata menjiplak postingan orang lain dan bersikap seolah-olah cerdas. Shame on you…. Yang lebih memalukan, tulisan itu ada di sebuah club yang mengaku alumni sebuah universitas swasta di Jakarta dengan judul arogan

untuk SARJANA (Calon Pengangguran)

Hihihihi… jangankan coding, untuk menulis artikel saja daya jangkau kecerdasannya ga nyampe.

PS: Coba aja di-googling dengan judul yang aku kasi tadi. Bakalan ketemu deh alumni Universitas mana yang mencoreng almamaternya.

11.28.09

Sebuah Jeratan Bernama Unit L*nk

Posted in Daily, Financial at 7:39 pm by utaminingtyazzzz

Gara-gara pertanyaan seorang rekan, aku jadi pengen bikin postingan sendiri tentang unit link. Di postingan sebelumnya aku sempat cerita kalo tertipu sebuah instrumen investasi. Sebagai gambaran, aku pake contoh nyata aja, yaitu dengan produk yang kubeli.

Aku beli sebuah produk dengan iuran sebesar 375.000 per bulan selama 10 tahun. Kalau terjadi sesuatu padaku yang menyebabkan meninggal dunia, santunan yang diberikan sebesar 150.000.000,00. Kalau aku dirawat di Rumah Sakit, ada nominal tertentu yang dibayarkan sebagai kompensasi iuran yang kusetor per bulan.

Di awal kontrak sudah disebutkan bahwa setoran bulanan nasabah ga akan dimasukkan ke investasi 100%, tetapi ada tahapannya. Tahun pertama, SELURUH uang yang disetor akan hilang alias masuk ke asuransi. Tahun kedua, 60% dari uang yang disetor akan masuk ke asuransi. Tahun ketiga, keempat dan kelima, persentase yang ‘dimakan’ oleh mereka makin mengecil, cuma 15%. Tahun keenam dan seterusnya barulah uang kita dimasukkan ke investasi seluruhnya.

The point is… aku tidak cukup berhitung waktu baca tentang persen-persen-an ini. Baru ngeh setelah diitungin sama dearest *crying*

Biar gampang, dihitung aja ya.

Setiap tahun aku setor 12*375.000 = 4.500.000. Jumlah yang kusetor selama 10 tahun : 10 * 4.500.000 = 45 juta

Total Loss:
Tahun I 100% * 4.500.000 = 4.500.000
Tahun II 60% * 4.500.000 = 2.700.000
Tahun III 15% * 4.500.000 = 675.000
Tahun IV 15% * 4.500.000 = 675.000
Tahun V 15% * 4.500.000 = 675.000
Total = 9.225.000

9.225.000/45.000.000 = 0.205 which means 20 PERSEN LEBIIIIIHHHH.

Jumlah 20% itu minimal lho. Soalnya masih ada biaya-biaya lain yang hidden. Aku aja baru tau setelah baca di sini.

Hiks

Jadi perusahaan asuransi itu sudah (dan akan) mengeruk uangku sebesar 9juta rupiah. Tapi karena udah masuk tahun ketiga, mau ditutup juga kok sayang.

Jadiiiiii buat yang belum dan berencana akan coba investasi ini, dipikir lagi ya. Kalo menurutku, lebih baik beli pure asuransi dan kemudian sisihkan dana buat investasi sendiri. Reksadana jadi pilihan yang menarik. Daripada memperkaya orang asuransi, kenapa persentase yang ilang itu ga kita grab sendiri aja?!

PS: thx to my dear yang udah ngasi masukan. Coba kenalnya dari dulu ya *crying again*

Next page