10.06.09
You’ve Got Message
my message
PQRSTVW.. do u notice? it’s missing u
his
PUTRI UTANINGTYAS.. do u notice this too? She’s missing me hehehehe
wow.. that’s an unique way to reply my copycat message. Putri likes it!
10.04.09
Ternyata Narsis Itu Berguna
Dulu aku suka sebel n ngedumel sendiri kalo baca blog yang terkesan suka pamer.. apa-apa diceritain detil banget.
Maksudnya apa sih.. ginian diceritain ampe harganya segala?!
Ealah malah sekarang kena batunya. Begitu lagi butuh buat nyiapin sesuatu *apa ya?! hihihi* trus gogling-goglling, eh ketemu blog-blog narsis itu yang ternyata sangat berguna buat jadi referensi. Entah dari segi harga (buat perbandingan lah.. tinggal di-adjust kalo ga terjangkau, atau rekomendasi si penulis blog, layak ga jasa itu di-hire
hehehe.. ga sabar nih nunggu sesuatu itu. Niat ke arah sana udah ada sih, tinggal memohon sama Yang Di Atas, berdoa semoga dimudahkan.. Amien
07.27.09
Sehari Menjadi Kambing
Hari Minggu, 26 Juli 2009 kemarin jadi salah satu hari yang berkesan buatku. Beberapa hari sebelumnya aku diajak Cici buat ikut acara MINER (milis i listener, sebuah komunitas pendengar i-radio). Acaranya berupa Bakti Sosial di Cibodas.
Perjalanan ke Cibodas menghabiskan waktu 2 jam lebih, tapi fun n asyik banget. Aku baru tau perananku di sana setelah sampai Cibodas. Posisiku sebagai KAMBING! Bareng Yotik, kami mengawal 9 anak mencari dan mengerjakan tugas di 7 pos. Ada pos Cinta Tanah Air, Cinta Sains, Cinta Mainan Tradisional, Cinta Kesenian dan 3 pos istirahat.
Di Pos Cinta Tanah Air anak-anak diminta menebak missing lyric dari lagu wajib nasional. Selain itu mereka juga diminta menebak nama pahlawan berdasarkan gambar.
Di Pos Sains anak-anak diberi cerita mengenai super absorber dan gaya sentrifugal. Sebenarnya bukan cuma anak-anak sih yang diberi pengetahuan tambahan. Si Kambing juga.
Di Pos Cinta Mainan Tradisional anak-anak diberi tebak-tebakan mengenai beberapa permainan daerah seperti congklak, bekel, engrang (ah, mainan masa kecilku)
Setelah puas dan capek bermain, saatnya makan siang. hmm.. menu Mc D serasa sangat nikmat. Padahal aku ga suka Mc D lho. Sepertinya karena lapar n capek, jadi terasa sangat nikmat.
Acara selanjutnya diwarnai dengan permainan, gelak tawa dan tentunya… foto-foto!!
Pas pulang ke rumah, badanku serasa rontok dan capek. Tapi senang dan puas rasanya. Walaupun ga menang apa-apa, tapi banyak yang kudapat hari itu. Senyum Ega, Sukma, Tuti, Iis, Febri, Dea, Diana, Ahmad dan Pras udah mewarnai hariku yang sebelumnya mendung. Anak-anak yang kurang beruntung karena kehilangan orang tua ataupun kurang beruntung dalam hal materi.
Ah.. benar-benar menyegarkan jiwa ![]()

PS: Kambing = Kakak Pembimbing
07.19.09
Him
Ini diaaaaaa….
fotoku dan beliau ![]()
sebetulnya ada beberapa foto sih. Hasil membujuk supaya Beliau mau foto berkali-kali. Ada alasan di balik sikapku itu. Sepeninggal Mama aku baru sadar bahwa aku ga punya satu pun foto berdua dengan beliau. Dan aku ga mau menyesal lagi. Jadilah aku memaksa Papa buat foto berdua beberapa kali, hehehe

07.07.09
Teruntuk yang Tercinta
Sedih rasanya kalo melihat yang kita sayangi dirusak. Diacak-acak. Dihancurkan pelan-pelan dari dalam. Kenapa harus seperti ini? Selama ini kami merawatnya baik-baik. Kami bangun citra. Dan sekarang runtuh pelan-pelan.
For the sake of efficiency
Tuhan, selamatkan yang kami cintai ini
06.22.09
Untaian Kata Indah….
untaian kata yang sangat indah. terasa mengena di hati. Terima kasih buat Bundo yang mengijinkanku memasangnya di sini
Semestinya Tidak
berusaha mencari alasan untuk merasa tercampak
tak bisa, karena Rabb ku tak pernah campakkan akuberusaha mencari alasan untuk merasa terluka
tak bisa, karena Tuhanku tak mungkin lukai akuberusaha mencari alasan untuk merasa sendirian
bagaimana bisa, karena Sang Kekasih tak pernah lepas menggenggamku..lalu kucoba mencari alasan untuk menangis
juga tak bisa, tak ada celah sedikitpun..tapi mengapa kulihat bendungan hancur
air meluap-luap entah sampai manadan tetap kulihat Pilar menangis ditepi sungai Piedra
seperti juga aku..
taken from here
Sosok Itu
Kalau kau mengenalnya, mungkin kau akan menganggapnya pria pendiam. Tak salah. He is.
61 tahun telah dilaluinya. 3 tahun terakhir ia lewati tanpa pendamping ever after-nya. Karena memang teman hidupnya sangat disayangi oleh Penciptanya.
Empat penerus telah ia siapkan. Ia didik dan beri kepercayaan tanpa pernah memaksakan kehendaknya. Tak pernah ia gunakan tangannya dalam menegur. Cukup dengan diamnya. Tatapannya. Atau kata.
Sosok itu sangat identik dengan kopi dan rokok. Sehingga walaupun aku bukan perokok, ada satu aroma yang aku nikmati karena sangat homey..
Beliau adalah sosok pendiam. Tak pernah membawa kantor ke rumah. Mungkin kalimat itu tidak tepat. Beliau memang membawa kantor, tetapi hanya dalam benaknya tanpa bercerita pada siapapun. Bahkan sampai saat ini, tak pernah sekali pun beliau membuka apa yang pernah dialaminya. Betapa penuh beban pikirannya.
Semasa kecil, kala kuintip beliau saat menyendiri di ruang kerjanya, yag kulihat adalah sosok yang berpikir keras dan menorehkan tanda tangan pada bertumpuk berkas. Saat itu yang terpikir adalah,
Alangkah mudahnya, bekerja hanya membubuhkan tanda tangan..
Kelak kutahu, saat itu sesungguhnya beliau meletakkan sebelah kakinya di penjara. Alpa sedikit, dan kebebasanlah taruhannya.
Beliau rela menyerahkan apa saja demi yang dicintainya. Saat aku divonis berkacamata minus 3 di usia 9 tahun, dalam hati beliau berharap cukuplah kondisi itu ditimpakan padanya saja (beliau belum berkacamata saat itu).
Saat nilai akhirku NASAKOM (Nilai Satu Koma), beliau tidak menghardik. Karena ia tahu bahwa aku sungguh-sungguh menyesal.
Saat kasus 10 juta menimpaku, beliau menyediakan dadanya buat tempatku menangis.
Pun saat aku ternyata meneruskan jejaknya tak berapa lama sejak ia pensiun, beliau menatapku penuh kebanggaan. Beliau maklum kala aku sering tak pulang. Apa boleh buat, bekerja dengan mesin memang tak kenal waktu.
Sampai hari ini, tangan beliau lah yang kucium dengan takzim setiap berangkat ke kantor. Aku mohon restu dari tangan itu. Tangan yang meninabobokkanku di tengah malam. Beliau rela tidurnya terganggu demi aku. Disiapkannya sebotol susu buatku, tak peduli esok harinya beliau harus bekerja. Digendongnya aku dengan mata setengah terpejam sampai aku tenang. Aku adalah yang pertama baginya. That’s why he was so excited. Aku adalah satu-satunya gadis yang ia miliki. That’s why ia menginginkanku mendapat yang terbaik.
Ayahku….
Bukan manusia sempurna memang. Tiap memandang kerutan di wajahnya, memperhatikan rambutnya yang kian memutih.. aku makin mencintainya.
Tuhan..
ijinkan beliau bersama kami lebih lama lagi. Aku ingin beliau hadir di hari pernikahanku. Hadir di saat aku memiliki bayi mungil. Menyaksikanku saat aku jauh lebih baik dari sekarang. Bangga padaku

the man i love
dedicated to him… love u very much, Pa
06.21.09
Simple Word
Minggu lalu ada kejadian yang benar-benar menyebalkan. Seorang junior (2 angkatan di bawahku dan usianya jauh lebih muda dari aku) bilang
Itu kemarin, setelah aku SURUH mbak Putri copy program….
hey.. ulangi lagi! Kamu pakai kata SURUH?! Ga salah? Siapa elu? Ngaca donk.. ngaca! Anak baru masuk udah mau NYURUH-NYURUH aku?!
Itu kata ter-kurang ajar yang pernah diucapkan junior padaku. Dan terus terang, sampai sekarang aku masih sulit memaafkan.
Boss-ku aja ga pernah pake kata itu. Dalam perintah-perintahnya beliau selalu halus
Mohon pertolongan Putri..
Tolong ya, Put
Minta bantuannya
BELUM PERNAH ada yang bilang
yang saya SURUH kemarin
INI! Bukan boss-ku.. Grade-nya sama! Anak kemarin sore yang buat ngopi JCL aja masih tanya-tanya aku! Berani-beraninya pake istilah MENYURUHku
Siapa ELU?!!!